Respons PPP, Usai Eks Kepala BNPT Komjen Polisi Purn Boy Rafli Amar Dikabarkan Masuk PPP

- Pewarta

Kamis, 20 April 2023 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono. (Dok. Presiden.go.id)

Plt Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono. (Dok. Presiden.go.id)

HARIANINDONESIA.COM – Pelaksana Tugas Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono menegaskan bahwa mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Boy Rafli Amar belum bergabung sebagai kader partainya.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

“Belum, kan beliau juga belum pensiun,” ujar Mardiono di Kantor DPP PPP, Jakarta, Rabu 19 April 2023.

Boy Rafli saat ini sudah memasuki masa pensiun pada akhir Maret 2023 lantaran usianya sudah 58 tahun.

Namun, Mardiono mengatakan Boy Rafli masih harus mengikuti tradisi pelepasan secara resmi di Polri.

“Ada pelepasan pakai pedang pora ya. Nanti setelah dilepas itu baru masuk organisasi politik maupun organisasi kemasyarakatan,” katanya.

Menurut Mardiono, selama Boy Rafli belum mengikuti proses itu maka dia masih menjadi bagian dari institusi Polri.

Boy Rafli Amar sebelumnya dikabarkan akan bergabung dengan PPP dalam waktu dekat.

Kabar bergabungnya Boy ke PPP sudah cukup lama berembus sejak dia masih menjabat sebagai Kepala BNPT.

Hal ini telah dikonfirmasi oleh Ketua Majelis Syariah PPP Kiai Haji Mustofa Aqiel Siradj yang mengatakan sudah ada pembicaraan dengan Boy Rafli.

Dari pembicaraan itu, Mustofa menyimpulkan ada gerak-gerik Boy Rafli akan bergabung dengan PPP.

PPP juga akan menyiapkan jabatan untuk Boy Rafli jika nantinya benar-benar bergabung.

Adapun jabatan itu akan dibahas dalam forum Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP.

Tidak hanya itu, Juru Bicara PPP Usman M. Tokan juga mengungkapkan bahwa Boy Rafli bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno akan bergabung ke PPP.***

Berita Terkait

Soal Jatah Menteri untuk PAN di Pemerintahan Prabowo – Gibran, Begini Harapan Ketua Fraksi PAN DPR RI
Menangkan Pilkada 2024, Sejumlah Pers Daerah dari Pulau Sumatera hingga Pulau Papua Siap Kolaborasi
Prabowo Subianto Berkunjung ke Kantor PKB, Disambut Hangat Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar
Imbau Pendukung Tak Turun ke Jalan, Prabowo Subianto: Utamakan Keutuhan dan Persatuan Bangsa
Salah Satunya Kaesang Pangarep, PSI Ungkap Alasan Ajukan 2 Nama Kader untuk Calon Gubernur DKI Jakarta
Turun Gunung Saat Kampanye Pilpres, SBY Yakin Rakyat Indonesia Ingin Dipimpin Prabowo Subianto
Soal Cawe-Cawe Presiden Jokowi dalam Kabinet Pemerintahan Prabowo – Gibran, Partai Gerindra Bilang Begini
Gagal Masuk Senayan, Kini PPP Buka Pintu Terkait Kemungkinan Kedatangan Prabowo Subianto dan Gerindra
Berita ini 15 kali dibaca
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 22:57 WIB

Mendorong Ekspor Ikan Hias: Peran Penting LSP Perikanan Hias Indonesia dalam Sertifikasi dan Kompetensi SDM

Jumat, 31 Mei 2024 - 04:09 WIB

OJK Gelar Prakonvensi RSKKNI Pembiayaan: Diskusi dan Masukan di Hotel Le Méridien Jakarta

Kamis, 30 Mei 2024 - 13:03 WIB

PT Pertamina Patra Niaga Ungkap Alasan Wajibkan Warga untuk Gunakan KTP Saat Pembelian LPG 3 Kg

Rabu, 22 Mei 2024 - 13:43 WIB

OJK dan Kemnaker RI Bersatu: Prakonvensi Nasional RSKKNI di Bandung Bahas Masa Depan Profesi

Rabu, 8 Mei 2024 - 10:58 WIB

Termasuk Disrupsi Rantai Pasok Global yang Belum Sepenuhnya Pulih, Indonesia Hadapi Beberapa Risiko Global

Sabtu, 4 Mei 2024 - 11:34 WIB

Produksi Beras Nasional Diperkirakan Mulai Turun di Bulan Mei dan Juni 2024 Sampai Akhir Tahun 2024

Kamis, 25 April 2024 - 14:21 WIB

Usulkan Harga Pembelian Pemerintah Gabah di Petani Naik Jadi Rp6.757 per Kg, Begini Alasan HKTI

Kamis, 25 April 2024 - 11:58 WIB

Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia Diminta Segera Merespons Pelemahan Terhadap Rupiah

Berita Terbaru