HARIANINDONESIA.COM – Pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan putri presiden ke 4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid turut menjadi momen nostalgia untuk Yenny.
Yenny Wahid mengungkap bahwa Prabowo Subianto adalah orang di balik pertemuan dirinya dengan suaminya.
“Kalau saya ngga ketemu Mas Bowo, saya nggak ketemu suami saya. Jadi ya, berhutang budi banget,” ungkap Yenny Wahid di hadapan para awak media, Rabu sore, 6 September 2023.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tahun berapa ya?” tanya Prabowo Subianto pada Yenny Wahid sambil mengingat-ingat momen tersebut.
“Tahun 2009,” jawab Yenny Wahid di Kediaman Kertanegara 4, Jakarta Selatan.
Baca artikel lainnya di sini: Yenny Wahid Tiba di Kediaman Kertanegara Jaksel, Prabowo Subianto Sambut Langsung di Depan Mobil
Prabowo Subianto pun sempat tertawa mengingat momen tersebut saat masa-masa kampanye di Jawa Timur.
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
Yenny Wahid juga mengakui mendapatkan berkah besar dari hubungan baik yang terjalin antara dirinya, keluarga besar Gus Dur dan Prabowo Subianto.
“Saya mendapat berkah besar dari hubungan baik dengan Mas Bowo, yaitu ketemu jodoh saya ketika tahun 2019.”
“Kami dari PKB Gus Dur mengalihkan dukungan ke Gerindra tahun 2009, di situlah saya ketemu suami saya ketika kami berkampanye untuk Mas Bowo,” ungkap Yenny Wahid.
Hubungan antara Prabowo Subianto dan Yenny Wahid diakuinya juga bukan semata perkara politik, melainkan hubungan kekeluargaan dari hati.
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
“Jadi, hubungannya ini hubungan hati, bukan hanya sekedar politik, tapi melampaui ajang politik lima tahunan, kira-kira begitu.” lanjut Yenny Wahid.***








