Aksi Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar, Densus 88 Ungkap Keterlibatan Terduga Teroris Boyolali

- Pewarta

Sabtu, 5 Agustus 2023 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Densus 88 Antiteror Polri. (Dok. Harianbogor.com/M. Rifai Azhari)

Ilustrasi Densus 88 Antiteror Polri. (Dok. Harianbogor.com/M. Rifai Azhari)

HARIANINDONESIA.COM – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap lima orang tersangka terduga terorisme yang berkaitan dengan kasus bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar silam.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Lima tersangka yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri itu yakni S alias SU, T, PS, AG alias AS, dan R alias UD.

Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol Aswin Siregar menyampaikam hal itu di Mapolresta Surakarta, Jumat, 4 Agustus 2023.

“Kita lakukan penegakan hukum terhadap lima orang yang kita jadikan tersangka dalam persiapan atau menyiapkan bom bunuh diri yang dilakukan oleh tersangka AS alias AM,” kata Aswin Siregar.

Baca artikel lainnya di sini: Total 5 Orang Tersangka, Densus 88 Antiteror Polri Tangkap Lagi 3 Orang Terduga Aksi Teror Polsek Astanaanyar

Aswin Siregar mengatakan, tersangka S merupakan ketua dari kelompok atau amir di wilayah Solo dan sekitarnya.

S juga anggota yang cukup lama bergabung dengan kelompok teror Jamaah Ansharud Daulah (JAD) pada tahun 2008-2014.

“Kemudian bergeser menjadi pendukung atau simpatisan ISIS sejak 2014 sampai sekarang,” kata Aswin Siregar.

Lebih lanjut, Aswin mengatakan tersangka S merupakan salah satu turunan dari anak didik ahli bom Dokter Azahari dalam membuat bom.

Dalam prosesnya, tersangka S juga dibantu oleh keempat tersangka tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap dua orang terduga teroris yang dilakukan di wilayah Boyolali, Jawa Tengah.

Penangkapan dua orang terduga teroris tersebut terjadi pada hari Selasa (1/8/2023) lalu.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan dua orang terduga teroris ditangkap berinisial S dan T.

“Pada hari Selasa 1 Agustus 2023, Densus 88 telah melakukan penangkapan terduga teroris di wilayah Boyolali, Jawa Tengah dengan inisial Saudara S dan Saudara T,” ungkap Ahmad Ramadhan dalam keterangannya, Kamis (3/8/2023).

Lebih lanjut Ramadhan menjelaskan, dua terduga teroris yang ditangkap tersebut diduga berkaitan dengan aksi bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat, pada akhir 2022 lalu.

“Diduga terkait dengan peristiwa TKP bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar Polrestabes Bandung, Jawa Barat,” pungkas Ahmad Ramadhan.***

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Berita Terkait

Anak Mantan Mentan SYL, Indira Chunda Thita Merespons Vonis 10 Tahun Penjara yang Dijatuhkan ke Ayahnya
3 Tersangka Ini Diserahkan Kejagung kepada JPU Kejati Jakarta Selatan, Kasus Tata Niaga Timah
Hujan Lebat Kendala Jadi Pencarian Korban Pascalongsor Tulabolo Gorontalo, 43 Orang Warga Hilang
Usai Dinyatakan Bebas dalam Kasus Vina Cirebon, Pegi Setiawan Buka Suara Saat Penyidikan
LSP P2 Bisnis dan Pariwisata Lakukan Uji Kompetensi Terhadap Para Guru SMK Peserta Program Upskilling dan Reskilling Berstandar Industri
Pasca Operasi Cedera Kaki, Prabowo Subianto Langsung Gaspol Aktivitas Hadiri HUT Bhayangkara
Kejaksaan Agung Periksa 3 Orang Pejabat PT Antam Tbk Dalami Kasus Emas Crazy Rich Surabaya Budi Said
BNSP Sertifikasi 149 CPMI Welder Tujuan Korea Selatan di Batam, Mendukung Perkembangan Industri
Berita ini 19 kali dibaca
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 09:24 WIB

3 Tersangka Ini Diserahkan Kejagung kepada JPU Kejati Jakarta Selatan, Kasus Tata Niaga Timah

Rabu, 10 Juli 2024 - 13:59 WIB

Hujan Lebat Kendala Jadi Pencarian Korban Pascalongsor Tulabolo Gorontalo, 43 Orang Warga Hilang

Selasa, 9 Juli 2024 - 19:54 WIB

Usai Dinyatakan Bebas dalam Kasus Vina Cirebon, Pegi Setiawan Buka Suara Saat Penyidikan

Rabu, 3 Juli 2024 - 22:07 WIB

LSP P2 Bisnis dan Pariwisata Lakukan Uji Kompetensi Terhadap Para Guru SMK Peserta Program Upskilling dan Reskilling Berstandar Industri

Selasa, 2 Juli 2024 - 14:31 WIB

Pasca Operasi Cedera Kaki, Prabowo Subianto Langsung Gaspol Aktivitas Hadiri HUT Bhayangkara

Minggu, 23 Juni 2024 - 11:33 WIB

Kejaksaan Agung Periksa 3 Orang Pejabat PT Antam Tbk Dalami Kasus Emas Crazy Rich Surabaya Budi Said

Sabtu, 15 Juni 2024 - 00:27 WIB

BNSP Sertifikasi 149 CPMI Welder Tujuan Korea Selatan di Batam, Mendukung Perkembangan Industri

Rabu, 12 Juni 2024 - 13:45 WIB

Prabowo Subianto Saat Tiba di Yordania, Disambut oleh Sejumlah Pejabat Tinggi dan Jajar Kehormatan

Berita Terbaru