AS Pangkas Impor dari Tiongkok, Negara Asia Tenggara Ambil Alih Pasar

- Pewarta

Kamis, 7 Agustus 2025 - 07:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Donald Trump membuka peluang pertemuan dengan Xi Jinping demi kesepakatan dagang jangka panjang. (Facebook.com @Donald J. Trump)

Presiden AS Donald Trump membuka peluang pertemuan dengan Xi Jinping demi kesepakatan dagang jangka panjang. (Facebook.com @Donald J. Trump)

IMPOR barang dari Tiongkok ke Amerika Serikat turun drastis pada Juni 2025, menyentuh level terendah sejak Februari 2009.

Nilai impor hanya mencapai US $18,9 miliar, turun sekitar 7 persen dibanding Mei 2025, sekaligus mencetak rekor penurunan tahunan terbesar.

Perubahan Tarif: Dinamika dan Dampak di Balik Angka

Kebijakan tarif yang diterapkan Presiden AS Donald Trump sejak Februari 2025 memainkan peran utama.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mulai dengan bea masuk 10 persen pada February, naik menjadi 20 persen pada Maret, hingga puncaknya 145 persen pada April, membuat impor merosot tajam.

Setelah perundingan global, pada Mei kedua negara sepakat menurunkan tarif.

AS menjadi 30 persen, Tiongkok menjadi 10 persen dalam masa jeda tarif 90 hari yang dimulai pada 14 Mei 2025.

Transformasi Rantai Pasok: Negara Asia Mengisi Kekosongan

Dengan impor dari Tiongkok menyusut ke 28,8 persen pangsa total impor AS di Juni, negara seperti Taiwan, Vietnam, Indonesia, dan Malaysia mengambil alih pasokan barang ke AS.

Impor laut (containerized) Tiongkok ke AS anjlok 28,3 persen YoY pada Juni, salah satu penyebab utama penurunan impor keseluruhan.

Lonjakan Ekspor AS ke Tiongkok: Peluang Baru di Tengah Krisis

Dibanding penurunan impor, ekspor AS ke Tiongkok justru meningkat signifikan.

Nilai ekspor naik 44 persen pada Juni menjadi sekitar US $9,44 miliar, dibanding US $6,55 miliar pada Mei.

Pergeseran ini mencerminkan diversifikasi sumber dan permintaan Tiongkok terhadap produk AS.

Smartphone: Contoh Drastis Penurunan Impor dari Tiongkok

Impor ponsel pintar dari Tiongkok merosot tajam dari US $2,2 miliar pada Juni tahun lalu menjadi hanya US $726,6 juta pada Juni 2025.

Akumulasi semester pertama menunjukkan total US $11,2 miliar, turun hampir 28 persen dibanding US $15,4 miliar periode sama tahun sebelumnya.

Negosiasi Dagang: Titik Balik Menuju Kesepakatan Lebih Stabil

Presiden Trump menyatakan kemungkinan bertemu Presiden Xi Jinping jika kesepakatan dagang tercapai sebelum akhir tahun ini.

Sekretaris Keuangan AS Scott Bessent menegaskan negosiasi di Stockholm membawa “makings of a deal” yang saling menguntungkan.

Namun batas waktu historis jatuh pada 12 Agustus 2025, tanggal penentuan perpanjangan kesepakatan tarif 30 persen untuk impor Tiongkok.

Analisis Solusi dan Peluang Positif

Penurunan impor dari Tiongkok harus dilihat bukan sekadar angka kerugian, melainkan juga sebagai momentum strategi diversifikasi.

Perusahaan AS kini beralih ke rantai pasok Asia Tenggara dan Asia Timur, yang membuka peluang bagi negara seperti Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi manufaktur dan ekspor ke AS.

Peningkatan ekspor AS ke Tiongkok menunjukkan bahwa ketegangan dagang bukanlah jalan buntu.

Banyak sektor seperti pertanian, otomotif, dan energi hijau menyerap permintaan dari Tiongkok.

Menjajaki peluang ini, Indonesia dapat memperkuat kolaborasi industri ekspor strategis yang saling menguntungkan dengan AS dan Tiongkok.

Kedua negara kini bergerak menuju common ground melalui negosiasi diplomatik—Trump dan Xi berpeluang bertemu jika kesepakatan tercapai.

Dalam durasi jeda tarif hingga Agustus 12 2025, kedua pihak memiliki ruang menyiapkan kebijakan untuk stabilisasi jangka panjang.

Secara makro, pengaruh kebijakan tarif Trump telah membantu menurunkan trade deficit AS menjadi US $60,2 miliar, yang merupakan level terendah sejak September 2023 .

Keberhasilan mempersempit nilai defisit dengan Tiongkok hingga terendah dalam dua dekade ($9,5 miliar) bisa menjadi fondasi dialog kebijakan perdagangan yang lebih berimbang dan konstruktif.

Titik Balik Tantangan Menjadi Peluang

Turunnya impor Tiongkok ke AS pada Juni 2025 bukan sekadar dampak tarif, melainkan momentum penguatan rantai pasok alternatif dan peningkatan ekspor AS sendiri.

Dengan kebijakan yang adaptif dan kolaboratif, terutama perpanjangan masa jeda tarif dan ruang dialog, kedua negara bisa merangkai skema perdagangan yang lebih stabil dan saling menguntungkan.

Untuk Indonesia, ini menjadi peluang strategis memperkuat posisi di peta suplai global serta mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis ekspor inklusif dan hijau.*

Berikut 7 paket Judul Utama (H1) dan Subjudul Utama (H2) yang memadukan gaya khas HMN Media dan Jurnalisme Positif, disusun SEO-friendly dan berdasarkan isu utama artikel terkait penurunan impor Tiongkok ke AS:***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Arahbisnis.com dan Belanjaoke.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Delapannews.com dan Apakabarindonesia.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Heijakarta.com dan Hallopapua.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Dari Kritik hingga Reformasi, Intel Ubah Tantangan Jadi Peluang Industri Chip AS
Ekonomi AS di Ujung Resesi, Tapi Inovasi Hijau Munculkan Peluang Baru
Dari Indonesia untuk Asia–Eurasia: 15 Pengusaha Hadir di SCO Investment & Trade Expo 2025 Tiongkok
Rencana BRICS Lawan Dolar AS Dinilai Lebih Tepat Jadi Visi Jangka Panjang
Mineral Langka Tiongkok: Kartu As dalam Perang Dagang, Mengapa AS Rela Bertekuk Lutut Demi Pasokan Kritis?
US Agency for Global Media Diminta untuk Pulihkan VOA dan Sejumlah Media di Bawah Naungannya
Naikkan Tarif Tambahan Menjadi 84 Persen untuk Produk Impor AS, Tiongkok Balas Kenaikan Tarif AS
Mulai 10 April 2025, Tiongkok Kenakan Tarif Tambahan 34 Persen untuk Semua Produk dari AS

Berita Terkait

Minggu, 10 Agustus 2025 - 11:41 WIB

Dari Kritik hingga Reformasi, Intel Ubah Tantangan Jadi Peluang Industri Chip AS

Kamis, 7 Agustus 2025 - 07:07 WIB

AS Pangkas Impor dari Tiongkok, Negara Asia Tenggara Ambil Alih Pasar

Selasa, 5 Agustus 2025 - 10:59 WIB

Ekonomi AS di Ujung Resesi, Tapi Inovasi Hijau Munculkan Peluang Baru

Rabu, 30 Juli 2025 - 12:02 WIB

Dari Indonesia untuk Asia–Eurasia: 15 Pengusaha Hadir di SCO Investment & Trade Expo 2025 Tiongkok

Jumat, 18 Juli 2025 - 07:15 WIB

Rencana BRICS Lawan Dolar AS Dinilai Lebih Tepat Jadi Visi Jangka Panjang

Berita Terbaru