HARIANINDONESIA.COM – Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda Julius Widjojono mengimbau pemilik akun YouTube @updateterkini9121 tidak menyebarkan berita bohong (hoax).
Adapun akun itu membuat video tentang pesantren Al Zaytun dengan narasi tertentu dan mengedit foto atau video Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.
Julius Widjojono meminta pemilik akun itu untuk menghapus postingan-postingan video yang telah dibuat dan telah dipublikasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jika hal tersebut tidak dilakukan maka pihak TNI akan menempuh jalur hukum, lantaran sudah merugikan institusi TNI.
Baca artikel lainnya di sini: TNI Tanggapi Narasi Medsos Soal Panglima TNI Yudo Margono Komentari Kasus Panji Gumilang
“Kami mengimbau untuk berhenti menyebar kebohongan,” kata Julius Widjojono dalam keterangannya, Jumat, 28 Juli 2023.”
“Berkarya membuat konten yang sesuai dengan fakta dan data yang benar serta bersifat membangun dan edukasi,”
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
Sebelumnya, beredar pula video postingan bernarasi “Dengan tegas Panglima TNI minta Panji Gumilang segera dihukum mati terbukti sudah mengancam keutuhan NKRI”.
Konten video itu diunggah oleh akun Snack Video @yusufcreator204 dengan link http://sck.io/p/jm3Vf070.
Selanjutnya, diviralkan tiktok dengan user24967486344 telah dilike 14.4K, dikomentari 3498, dibagikan 2571.
Masih dari keterangan Julius Widjojono, video itu merupakan tindakan dari oknum yang sengaja ingin menyudutkan kredibilitas TNI. Ini ada unsur pidananya, akhirnya video itu menghilang.
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
“Beberapa waktu kemudian muncul video-video baru yang mirip dengan video yang pernah dibantah TNI,” ucap Julius Widjojono.
“Sengaja dibuat narasi terkait Pesantren Al-Zaytun pimpinan Panji Gumilang dibuat narasi yang jelas merugikan TNI dengan menampilkan foto Panglima TNI, pejabat TNI dan prajurit TNI,” tandas Julius Widjojono.***








