KEPALA Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Bambang Wijanarako menerima audensi dari jajaran redaksi Media POV Indonesia di Kantor Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Selasa (10 Maret 2026).
Dalam audensi tersebut, Kalapas Bambang Wijanarako memaparkan beberapa program kerjanya, diantaranya:
Implementasi Program Bersih dari Narkoba (Bersinar)
Ini merupakan salah satu program krusial, terutama bagi Lapas khusus Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur karena untuk mengatasi peredaran dan bersih dari narkotika, Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur memiliki program penggeledahan “One Day One Cell”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sesuai namanya, program ini menitikberatkan pada penggeledahan satu hari satu kamar.
Program ini setidaknya memberikan efek jera (deterrent effect) kepada Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) yang kedapatan melanggar.
Tes Urine Berkala dan Acak
Tes urine secara berkala dan acak juga sering dilaksanakan dan tidak hanya difokuskan kepada para WBP, tetapi juga diberlakukan secara tegas kepada seluruh jajaran petugas Lapas untuk menjamin kebersihan dari dalam (internal).
Sinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH)
Menjalin kolaborasi aktif dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polres Bogor untuk deteksi dini, pertukaran informasi, dan penindakan jika ditemukan indikasi jaringan narkoba.
Atasi Penggunaan Handphone di dalam Lapas
Strategi Kalapas Bambang Wijanarako untuk mengatasi penggunaan handphone di Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur merupakan langkah strategis untuk memutus mata rantai peredaran narkotika yang dikendalikan dari dalam (pengendali jarak jauh).
Lalu, untuk mengatasi WBP yang ingin menggunakan Handphone, Lapas Gunung Sindur menyediakan Wartelsuspas (Warung Telepon Khusus Pemasyarakatan).
Penyediaan Wartelsuspas ini merupakan solusi cerdas dan manusiawi yang diambil oleh Kalapas Bambang Wijanarako.
Fasilitas ini berfungsi sebagai substitusi legal agar WBP tetap bisa melepas rindu dengan keluarga tanpa harus melanggar aturan membawa handphone pribadi ke dalam sel.
Baca Juga:
Pembinaan Kepada WBP Selama Bulan Ramadhan Merupakan bagian dari pendekatan humanis yang dipaparkan Kalapas Bambang Wijanarako. Program ini bertujuan agar momentum bulan suci Ramadhan dapat mengubah perilaku WBP menjadi lebih religius dan disiplin.
Dimana, selama bulan Ramadan WBP yang beragama Islam difokuskan pada peningkatan spiritual dan mental melalui kegiatan seperti: Tadarus Al-Qur’an, Pesantren Ramadhan (Pesantren Kilat), Shalat Tarawih Berjamaah, Buka Puasa Bersama, serta Kajian Agama yang bertujuan meningkatkan keimanan, memperbaiki diri, dan mempererat silaturahmi antar sesama WBP.****







