Dari Kritik hingga Reformasi, Intel Ubah Tantangan Jadi Peluang Industri Chip AS

- Pewarta

Minggu, 10 Agustus 2025 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CEO Intel Lip-Bu Tan saat memberi pernyataan soal komitmen keamanan nasional dan masa depan industri chip AS. (Facebook.com @Lip-Bu Tan 陳立武)

CEO Intel Lip-Bu Tan saat memberi pernyataan soal komitmen keamanan nasional dan masa depan industri chip AS. (Facebook.com @Lip-Bu Tan 陳立武)

INTEL sedang menghadapi tekanan luar biasa setelah Presiden Donald Trump menyerukan pengunduran diri CEO baru, Lip-Bu Tan, menilai ia “sangat berkonflik” karena keterkaitannya dengan perusahaan-perusahaan Tiongkok.

Kondisi ini memberikan momen refleksi dan peluang bagi Intel untuk memperkuat reputasi dan mempertegas komitmen terhadap keamanan nasional Amerika Serikat.

Hubungan Pendiri dan Solusi Kepercayaan

Senator Tom Cotton melayangkan surat ke Ketua Dewan Intel menyuarakan kekhawatiran soal investasi Tan di perusahaan-perusahaan Tiongkok yang diyakini memiliki hubungan militer.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Intel menyatakan akan merespons surat tersebut dan mendemonstrasikan keterbukaan serta kesesuaian investasi dalam kerangka keamanan nasional Amerika Serikat.

Lip-Bu Tan menekankan, “Saya selalu beroperasi sesuai standar hukum dan etika tertinggi,” menegaskan integritasnya selama lebih dari 40 tahun di industri .

Krisis Reputasi Berarah pada Klarifikasi dan Fakta

Tan mengakui adanya “banyak desinformasi” terkait masa lalunya di Walden International dan Cadence Design Systems, lalu mengajak pemerintah untuk mendapatkan fakta yang akurat.

Dia menyatakan, “Reputasi saya dibangun atas kepercayaan—menepati janji dan melakukannya dengan cara yang benar,” dalam surat kepada seluruh pegawai Intel.

Perusahaan menyatakan sepenuhnya mendukung transformasi dan inovasi di bawah kepemimpinan Tan, serta siap menunjukkan kemajuan dalam ramp-up produksi semikonduktor canggih .

Kontroversi Kini Berbalik Jadi Momentum Industri

China-linked frenzy memicu tekanan politik yang justru membuka peluang bagi Intel untuk mempertegas perannya dalam keamanan rantai pasok mikroelektronika AS seperti program Secure Enclave.

Intel memperoleh dana subsidi besar dari CHIPS Act serta kontrak miliaran dolar dari Departemen Pertahanan AS, menjadikannya pusat revitalisasi produksi chip domestik.

Tantangan ini menjadi pemicu utama agar Intel tidak tergeser menjadi “fabless” tetapi memperkuat manufaktur dalam negeri dengan kebijakan tegas dan investasi terukur.

Kepemimpinan Berdasarkan Teknologi dan Keamanan Nyata

Lip-Bu Tan menyampaikan kebanggaannya memimpin Intel yang berada di jantung kekuatan teknologi dan ekonomi Amerika Serikat, serta mencerminkan loyalitasnya pada negaranya sebagai rumah selama 40 tahun.

Dia menegaskan misi bersama Intel jelas: memperkuat posisi AS dalam teknologi, keamanan, dan inovasi masa depan serta membangun masa depan yang lebih kuat bersama seluruh tim.

Perjalanan pertarungan ini membentuk narasi solusi dan optimisme, bukan hanya perlawanan terhadap kritik, tapi juga afirmasi bahwa Intel mampu bangkit lebih kuat.

Mendorong Intel Menuju Kepercayaan dan Otomasi Masa Depan

Krisis ini menjadi momentum introspeksi dan pemulihan kepercayaan publik terhadap Intel sebagai ikon manufaktur chip Amerika.

Komitmen terhadap transparansi, dukungan dewan, dan kemajuan produksi canggih menunjukkan bahwa kekhawatiran politik bisa direspon dengan konkret dan membangun.

Dengan strategi berbasis fakta, kepemimpinan etis, dan visi manufaktur Amerika mandiri, Intel membuktikan bahwa tantangan bisa berubah menjadi peluang pemimpin teknologi global.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infotelko.com dan Infoekonomi.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media 23jam.com dan Haiidn.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallotangsel.com dan Haisumatera.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

AS Pangkas Impor dari Tiongkok, Negara Asia Tenggara Ambil Alih Pasar
Ekonomi AS di Ujung Resesi, Tapi Inovasi Hijau Munculkan Peluang Baru
Dari Indonesia untuk Asia–Eurasia: 15 Pengusaha Hadir di SCO Investment & Trade Expo 2025 Tiongkok
Rencana BRICS Lawan Dolar AS Dinilai Lebih Tepat Jadi Visi Jangka Panjang
Mineral Langka Tiongkok: Kartu As dalam Perang Dagang, Mengapa AS Rela Bertekuk Lutut Demi Pasokan Kritis?
US Agency for Global Media Diminta untuk Pulihkan VOA dan Sejumlah Media di Bawah Naungannya
Naikkan Tarif Tambahan Menjadi 84 Persen untuk Produk Impor AS, Tiongkok Balas Kenaikan Tarif AS
Mulai 10 April 2025, Tiongkok Kenakan Tarif Tambahan 34 Persen untuk Semua Produk dari AS

Berita Terkait

Minggu, 10 Agustus 2025 - 11:41 WIB

Dari Kritik hingga Reformasi, Intel Ubah Tantangan Jadi Peluang Industri Chip AS

Kamis, 7 Agustus 2025 - 07:07 WIB

AS Pangkas Impor dari Tiongkok, Negara Asia Tenggara Ambil Alih Pasar

Selasa, 5 Agustus 2025 - 10:59 WIB

Ekonomi AS di Ujung Resesi, Tapi Inovasi Hijau Munculkan Peluang Baru

Rabu, 30 Juli 2025 - 12:02 WIB

Dari Indonesia untuk Asia–Eurasia: 15 Pengusaha Hadir di SCO Investment & Trade Expo 2025 Tiongkok

Jumat, 18 Juli 2025 - 07:15 WIB

Rencana BRICS Lawan Dolar AS Dinilai Lebih Tepat Jadi Visi Jangka Panjang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

BDx Indonesia Dukung Komunitas Terdampak Banjir di Sumatra

Senin, 2 Feb 2026 - 02:00 WIB